PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) PT. BANK BNI SYARIAH TAHUN 2010

PENDAHULUAN

PT. BANK BNI SYARIAH disingkat Bank BNI Syariah, merupakan Bank Umum Syaria hasil pemisahan usaha (spin off) dari Divisi Usaha Syariah PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, yang efektif operasional tanggal 19 Juni 2010, BANK SYARIAH saat ini dan terus berupaya untuk menegakkan dan mengimplementasikan Good Corporate Governance. Hal tersebut sejalan dengan Visi dan Misi perusahaan untuk menjadikan Bank BNI Syariah sebagai acuan dalam tata kelola perusahaan yang amanah. Bank BNI Syariah dalam melakukan kegiatan usaha berkomitmen untuk menerapkan Good Corporate Governance dengan menerapkan 2 (dua) prinsip yaitu:

  1.  Prinsip spiritual berlandaskan pada sifat nabi (shidik, fathonah, amanah dan tabligh)

  2. Prinsip dasar Tata Kelola Perusahaan yang baik yaitu keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibillity), profesional (profesional), dan kewajaran (fairness). Penerapan secara konsisten dan berkelanjutan

terhadap kedua prinsip tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi daya saing Bank BNI Syariah, memaksimalkan nilai perusahaan, mengelola sumber daya dan resiko secara lebih efisien dan efektif, yang pada gilirannya akan mencapai bisnis yang berkesinambungan dan memperkokoh kepercayaan pemegang saham dan stakeholders.

Sesuai ketentuan Bank Indonesia No. PBI No. 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporat Governance pada Bank Umum Syariah dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/13/DPbs tanggal 30 April 2010 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Bank BNI Syariah dalam melaksanakan kegiatan usahanya telah mewujudkan Good Corporate Governance Salah satunya adalah  “Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan”

Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan (GCG)

Bank BNI Syariah senantiasa berupaya dan mengimplementasikan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan Good Corporate Governance (GCG), self assesment terhadap penerapan GCG tahun 2010 sesuai Peraturan Bank Indonesia No. PBI No. 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance pada Bank Umum Syariah dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/13/DPbs tanggal 30 April 2010 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Kelemahan yang ditemukan sebagai hasil dari self assessment tersebut akan menjadi prioritas bagi upaya perbaikan secara kesinambungan.

Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan

Bank BNI Syariah sebagai lembaga keuangan syariah yang mengemban kepercayaan masyarakat, terus berupaya memberikan informasi yang relevan dan akurat tentang kondisi keuangan dan non keuangan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan Bank BNI Syariah (stakeholders). Selama periode Juni sampai dengan Desember 2010, transparansi kondisi keuangan dan non keuangan telah diwujudkan dengan bentuk kegiatan sebagai berikut :

a. Transparansi Kondisi keuangan :

1. Bank BNI Syariah telah menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu,

yaitu

  • Laporan Publikasi Triwulanan pada bulan Juni dan September tahun 2010 kepada Bank Indonesia .

  • Laporan Tahunan masih dalam proses penyusunan yang ditargetkan selesai bulan April 2011, laporan tahunan ini merupakan laporan Tahunan pertama kali sejak pendirian Bank BNI Syariah.

2. Mengumumkan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan bulan Juni 2010 dan September 2010 pada surat kabar Investor Daily tanggal 28-29 Agustus dan 27-28 November 2010.

3. Menyampaikan Laporan Consolidated Financial Statement (CFS) pada Bank Indonesia dan selanjutnya dimuat dalam homepage BI.

Transparansi non keuangan :

1. Produk

Bank BNI Syariah telah melaksanakan transparansi informasi produk melalui media cetak seperti leaflet/ brosur/ spanduk promosi dan media elektronik seperti iklan di stasiun TV, Radio dan Internet, dalam waktu dekat akan didukung dengan kemudahan akses website Bank BNI Syariah. Penggunaan Data pribadi Nasabah untuk kegiatan usaha terlebih dahulu mendapat persetujuan dari nasabah dan memenuhi tata cara ketentuan yang berlaku.

2. Pengaduan Nasabah dan Mediasi Perbankan

Pengaduan Nasabah pada Bank BNI Syariah dapat dilakukan melalui Kantor cabang/kantor pusat dan website, yang dikelola oleh Divisi Jaringan dan Layanan, sedangkan mediasi perbankan ditangani oleh Divisi Hukum, Kepatuhan dan Kesekretariatan. Setiap pengaduan Nasabah akan ditangani sesegera mungkin dan ditangani dengan baik sesuai tata cara dan prosedur mengenai pengaduan nasabah. Prosedur Pengaduan Nasabah dan mediasi perbankan akan dituangkan secara tertulis.

3. Pelaporan internal

Pelaporan internal telah berjalan cukup baik, otomatisasi terhadap pelaporan internal sedang disiapkan secara bertahap, dengan menggunakan sumber daya insani dan secutity sistem IT yang memadai.

4. Pelaporan GCG

Bank BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah baru pertama kali akan melaporkan GCG pada tahun 2011.

 5.  Penyimpangan Internal (Internal Fraud)

Selama Bank BNI Syariah beroperasi sejak bulan Juni sampai dengan Desember 2010, tidak terdapat peristiwa penyimpangan/ kecurangan baik yang dilakukan oleh Dewan komisaris, Direksi, pegawai tetap, dan/atau pegawai tidak tetap (honorer dan outsourcing) yang mempengaruhi kondisi keuangan Bank secara signifikan sebagaimana diatur dalam SEBI Nomor 12/13/DPbS tanggal 30 April 2010.

Sumber :

PT. Bank BNI Syariah, Good Corporate Governance, 2010.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s