Jangan mengharapkan” terima kasih” dari seseorang

Allah menciptakan para setiap hambanya agar selalu  mengingatnya, dan dia menganugrahi  rezeqi  kepada setiap umatnya agar mereka bersyukur kepadanya. Namun , mereka banyak yang menyembah dan bersyukur kepada selain dia

Tabiat untuk mengingkari, membangkang dan meremehkan suatu kenikmatan adalah  penyakit  yang  umum menimpa jiwa manusia. Karena itu, anda tak perlu heran dan resah bila mendapatkan mereka mengingkari kebaikan yang pernah anda berikan, mencampakan budi baik yang telahanda tunjukan. Lupakan saja bakti yang telah anda persembahkan. Bahkan, tak usah resah bila sampai memusuhi anda dengan sangat keji dan memebenci anda, sebab semua itu mereka lakukan adalah justru karena anda telah berbuat baik kepada mereka.

Coba anda buka kembali catatan dunia tentang perjalanan hidup ini!!!! Dalam salah satu babanya telah di ceritakan : Syahdan, seorang yah telah memelihara anaknya dengan baik. Ia memberinymakan, pakaiaan danminum, pendidikan sehingga menjadi orang pandai, rela tidak tidur demi anaknya, rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang, dan bahkan, mau bersusah paying agar anaknya bahagia. Namun apa yang telah terjadi, ketika sudah berkumis lebat dan kuat tulang-tulangnya, anak itu bagaikan anjing galak yang selalu menggonggong. Ia tidak hanya berani menghina, tetapi juga melecehkan, acuh tak acuh, congkak, dan durhaka kepada orang tuanya. Dan semua itu, ia tunjukan dengan perbuataan dan tindakaan.

Karena itu, siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan oleh orang-orany yang menyalahi fitrahnya, sudah seharusnya menghadi semua itu dengan kepala dingin. Dan, ketenangan seperti itu akan mendatangkanbalasan pahala dari dzat yang perbendaharaannya tidak pernah habis dan sirna.

Ajakan ini bukan menyuruh anda meninggalkan kebaikan yang telah anda lakukan semua ini, atau agar anda sama sekali tidak berbuat baik kepada orang lain. Ajakan ini hanya ingin agar anda tak tergoyah dan terpengaruhi sedikit pun oleh kekejiaan dan pengingkaran mereka atas semua kebaikan yang telah anda perbuat. Dan jangan pernah bersedih dengan apa saja yang telah anda perbuat.

Berbuat baiklah hanya demi allah semta , maka anda akan menguasai keadaan, tak akan pernah terusik oleh kebenciaan mereka, dan tidak pernah terancam oleh perlakuaan keji mereka. Anda harus bersyukur kepada allah karena dapat beruat baik ketika orang-orang di sekitar anda berbuat jahat. Dan ketahuilah, bahwa tangan diatas itu lebih baik dari tangan yang dibawah.

Anda tak pelu terkejut manakala menghadiaahkan sebatang pena kepasa orang bebal, lalu ia memakai pena itu untuk menulis cemoohan kepada anda. Dan anada tak usah kaget, biala orang yang anda beri tongkatuntuk menggiring domba gembalaanya justru memukulkan tongkat itu ke kepala anda. Itu semua adalah watak dasarmanusia yangselalumengingkari dan tak pernah bersyukur kepada penciptanya sendiri yang maha agung dan mulia. Begitulah, kepada tuhanya saja mereka berani membangkang dan mengingkari, maka apa algi kepada saya dan anda.

 

Sumber : La tahzan

Dr. ‘Aidh al-Qarni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s