UNTUK KAMU

Rindu itu selalu tumbuh menjalari seluruh tubuh

Bagai air yang selalu mengalir

Hanay ia yang mengerti

Lalu….

Biarkanlah angin menyapu pasir

Membawanya terbang bertemu awan

Bersimpuh, menanti kening langit tak berkerut lagi…

Lalu ia kehilangan cahaya surya,

Barganti kelabu beku

Samapi kau menangis

Berteriak dan menghasilkan petiri…

Dan…

Ketika tangis terasa tak berarti,

Ia datang menghadiahkan mu….

Sebuah pelangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s