Sengketa Pilkada Cianjur

PNS Tak Memilih Incumbent Disumpahi ‘Dipurut’

Salah satu saksi sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Kabupaten Cianjur di Mahkamah Konstitusi (MK) mengungkapkan bahwa calon “incumbent” menyumpahi “dipurut” (sakit hernia/burut) apabila Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak memilihnya.

“Karyawan (PNS) yang tidak pilih “Tjerdas” (pasangan Tjetjep Muchtar Soleh-Suranto) akan disumpahi `dipurut`,” kata saksi Suwardi, PNS Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, saat memberi keterangan dalam sidang di MK Jakarta, Rabu (2/1/2011).

Suwardi juga mengungkapkan bahwa ancaman tersebut diucapkan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh saat Rapat kinerja Dinas Pertanian di Pedopo Kabupaten pada 3 November 2010.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, calon incumbent juga menjanjikan memberikan inventaris sepeda motor bagi penyuluh dan mobil bagi kepala dinas.

Permintaan dukungan dari calon incumbent ini juga diungkapkan oleh saksi Empat pasangan calon Bupati Cianjur mendatangkan 25 saksi dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Kabupaten Cianjur di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ke-25 saksi ini diajukan oleh para pemohon, yakni Suparman, Pengawas Guru, yang mengungkapkan Bupati Tjetjep Muchtar Soleh dalam pertemuan PGRI menyampaikan permohonan dukungan dari para pengawas guru.

“Dalam pertemuan tersebut Pak Bupati menyampaikan masih memiliki kewenangan hingga Maret 2011 dan menjanjikan merealisasikan tunjangan para pengawas dan merealisasikan inventaris sepeda motor bagi pengawas,” kata Suparman.

Dalam sengketa Pilkada Kabupaten Cianjur diajukan empat pasangan calon bupati menghadirkan 25 saksi untuk menguatkan permohonannya bahwa proses pelaksanaan Pilkada berlangsung tidak jujur, tidak adil, terjadi kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis dan masif.

Keempat pemohon yakni adalah pasangan Dadang Sufianto-Dadan Suryanegara, pasangan Mardiyano-M Rusli Hartono, pasangan Hidayat Atori-U Suherlan Djaenudin dan pasangan Maskana Sumitra-Ade Sanoesi.

Menurut Pemohon, kecurangan selama berlangsungnya Pemilukada Kabupaten Cianjur 2011 juga dilakukan oleh oknum Birokrasi dan Pasangan Calon Nomor Urut 5 yakni Tjetjep Muchtar Soleh- Suranto.

Selain itu, pemohon mengatakan bahwa pasangan incumbent dengan sengaja menghilangkan jumlah dukungan Pemohon menjadi 61.839 orang ketika berlangsung proses verifikasi berkas surat dukungan pada 18 Agustus 2010.

Dalam Pilkada Cianjur ini juga terjadi pelanggaran yang dilakukan pasangan calon nomor urut 5 yang dengan kekuasaannya selaku Bupati Cianjur incumbent melibatkan pejabat atau organisasi yang dibentuk secara terstruktur.

Pemerintahan Daerah Kabupaten Cianjur, yang dengan perintah dari Tjetjep Muchtar Soleh selaku Bupati kepada pejabat di bawahnya untuk melakukan aktivitas yang bertujuan memenangkan pasangannya.

Di samping itu, kata Pemohon, disinyalir terjadi praktik politik uang berupa pembagian dana bantuan untuk masjid dan pondok pesantren berdasarkan SK Bupati Cianjur No.978.3/Kep.184-Ks/2010.

SK tersebut mengatur tentang nama-nama masjid dan pondok pesantren penerima dana bantuan untuk sarana dan prasarana keagamaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2010, yang melibatkan 32 masjid di seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur.

Dalam Pilkada Cianjur 2011 ini pPasangan Tjetjep Muchtar Soleh-Suranto (Tjerdas) unggul sebagai pemenang dengan raihan suara 40,68 persen suara, diikuti pasangan Dadang Sufianto-Dadan RK dengan raihan suara 26,41 persen suara.

Pasangan Ade Barkah-Kusnadi memperoleh 19,36 persen suara, pasangan Hidayat Atori-U Suherlan memperoleh 6,26 persen suara, pasangan Maskana Sumitra-Ade Sanoesi meraih 4,01 persen suara dan pasangan Hidayat Makbul-Sumitra meraih 3,38 persen suara. (ans)

Sumber:  http://www.berita8.com/read/2011/02/02/1/37872/PNS-Tak-Memilih-Incumbent-Disumpahi–%27Dipurut%27–

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s