Hal yang Wajib Dilakukan Perusahaan

Perusahaan yang beroperasi di Indonesia diwajibkan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) guna menekan tingkat kecelakaan kerja yang masih tinggi. Dalam UU No.13/2003 tentang Ketenagakerjaan, perusahaan sudah diwajibkan untuk menerapkan SMK3 ini sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen perusahaan.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, mengatakan pelaksanaan dan pengawasan aturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah pusat dan daerah saja. “Pelaksanaannya harus juga dilakukan dengan menempatkan K3 pada setiap jenjang manajemen perusahaan,” ujarnya sebelum Pengukuhan Pengurus Asosiasi Perusahaan Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (AP2K3L).

Dia menjelaskan, kementerian sedang meningkatkan pelaksanaan K3 untuk menekan tingkat kecelakaan kerja di Indonesia yang masih tinggi. Selain itu, pengembangan K3 juga dilakukan guna mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta implementasi perdagangan bebas.

Menurutnya, kedua hal itu, juga harus dilakukan oleh perusahaan melalui pendekatan sistem dengan mengintegrasikan K3 pada setiap jenjang manejemen perusahaan. “Terlebih secara teknis ketentuan ini juga sudah diatur dalam Permenakertrans No.Per.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” katanya.

Ditegaskannya, penerapan K3 ini tidak sekedar melengkapi dokumen, prosedur dan control, tetapi diiriingi dengan penyadaran kepada para pekerja agar lebih memiliki kesadaran yang tinggi terhadap aturan keselamatan dan kesehatan kerja. Beberapa tahun terakhir tuntutan negara-negara maju terhadap persyaratan suatu produk barang atau jasa antara lain, harus memiliki mutu yang baik, aman digunakan, ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional tertentu. Di antaranya pemenuhan terhadap standar mutu ISO 9001, standar lingkungan ISO 14000, Social Accountability (SA) 8000 dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).

Sementara Ketua AP2K3L Kota Batam, Ibnu Arif, mengungkapkan tingkat kecelakaan kerja di daerah itu masih tergolong tinggi. “Beberapa investor asing yang mau masuk ke Batam masih banyak yang khawatir dengan rendahnya keselamatan dan kesehatan kerja di daerah ini,” ujarnya.

Paspor keselamatan sepanjang 2009 setidaknya terjadi 3.309 kasus kecelakaan kerja di daerah tersebut, atau rata-rata 9 kasus per hari dan pada 2010 kecenderungannya belum banyak menurun. Tercatat, dalam periode Januari–Februari 2010 sudah terjadi setidaknya 521 kasus kecelakaan kerja di Batam, atau rata-rata 8 kasus per hari.

“Ini indikasi tingkat keselamatan kerja di Batam masih rendah karena banyak perusahaan yang belum memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja,”

http://rilisindonesia.com/?p=5027

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s